BLOGGER TEMPLATES AND Gaia Layouts »

Minggu, 27 Desember 2009

Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi berorganisasi :

1. Leadership
Kepemimpinan meliputi proses memproses dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan, dan juga pimpinan itu dalam menciptakan motivasi dalam diri setiap orang bawahan, maupun atasan pimpinan itu sendiri.

2. Budaya
Adanya konsep budaya yang dikembangkan oleh pakar oraganisasi menjadi bagian yang erat kaitannya dengan aspek-aspek pengembangan organisasi. Maka muncullah istilah “Budaya Organisasi”. secara sederhana budaya organisasi dapat didefinisikan sebagai nilai-nilai dan cara bertindak yang dianut organisasi (beserta para anggotanya) dalam hubungannya dengan pihak luar. Secara umum, perusahaan atau organisasi terdiri dari sejumlah orang dengan latar belakang kepribadian, emosi dan ego yang beragam. Hasil penjumlahan dan interaksi berbagai orang tersebut membentuk budaya organisasi.

3. Iklim Organisasi
iklim organisasi merupakan karakteristik yang membedakan satu organisasi dengan organisasi lainnya dan mempengaruhi orang-orang dalam organisasi tersebut.

Beberapa faktor yang dapat mempngaruhi motivasi kelompok (teamwork) dalam bekerja
dapat dikategorikan sebagai berikut:

TUJUAN :
Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu team dalam bekerja. Namun hal tersebut belum cukup jika visi., misi dan tujuan yang ditetapkan tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota..

TANTANGAN :
Manusia dikarunia mekanisme pertahanan diri yang di sebut “fight atau flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator.

Namun demikian tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan. Sebuah team tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya memberikan suatu tugas atau pekerjaan yang menantang dalam interval. Salah satu criteria yang dapat dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki tantangan adalah tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu sulit, mungkin dapat dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan, maka team bisa saja menyerah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, jika terlalu mudah maka team juga akan malas untuk mengerjakannya karena dianggap tidak akan menimbulkan kebanggaan bagi yang melakukannya.

KEAKRABAN :
Team yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota team.

TANGGUNG JAWAB:
Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Team yang diberi tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung akan memiliki motivasi kerja yag tinggi.

KESEMPATAN UNTUK MAJU:
Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri, mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah team setiap anggota merasa bahwa team tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan hal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri.

KEPEMIMPINAN:
Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan penting dalam mendapatkan komitment dari anggota team. Leader berperan dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi team untuk bekerja dengan tenang dan harmonis. Seorang leader yang baik juga dapat memahami 6 faktor yang dapat menimbulkan motivasi seperti yang disebutkan diatas.

Jumat, 20 November 2009

Mungkin dalam berorganisasi kita perlu belajar pada seorang petani. Petani tidak pernah meninggalkan tanahnya ketika ia belum memastikan tanah itu benar-benar tak dapat ditanami. Bila tanahnya kurang gembur, petani pun berusaha memberinya pupuk. Bila tanahnya gersang, petani juga berusaha agar tanahnya dialiri air. Entah dengan membuat saluan irigasi atau berharap datangnya hujan. Bahkan tak hanya itu saja usahanya, cangkul pun diayunkan sepanjang siang. Kerbau dan traktor pun dikerahkan untuk membuat tanah itu benar-benar dapat ditanami.

Itulah gambaran petani akan kesabarannya pada sebuah petak tanah. Ia begitu menghargai unsur alam itu sehingga ia percaya bahwa tanah itu mampu ia olah dan menghasilkan berbagai tanaman. Dari rempah-rempah hingga kebutuhan pokok manusia. Barulah hingga detik waktu, ia menyerah pada tanah itu karena sudah tak mungkin dapat diolah dengan baik. Ataupun karena paksaan keadaan yang membuat tanah itu akhirnya terjual pada pengusaha perumahan.

Akankah kita sesabar petani dalam berorganisasi? Yang bersedia memberi apa yang kita punya untuk mengolahnya hingga ia menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan banyak orang? Yang kita tidak meninggalkannya begitu saja ketika organisasi itu kurang gembur dan subur?

Baiklah. Setiap orang pasti memiliki harapan ketika memasuki suatu organisasi untuk pertama kalinya. Telebih bila organisasi itu sudah besar dan terkenal. Mungkin berharap agar menjadi panitia di berbagai event organisasi sehingga CV bertambah hingga berderet panjang. Mungkin berharap agar mempunyai skill-skill tertentu dengan mengikuti kegiatan di organisasi itu. Berharap mampu menghasilkan mahakarya seperti buku atau lukisan dengan menjadi anggota organisasi tersebut. Bahkan berharap agar mendapatkan cinta untuk dibawa mengayuh masa depan dari organisasi, istilah kerennya mungkin Cinta Lokasi (Cinlok). Itu sah-sah saja.

Saya sering sekali menemui orang yang kecewa ketika sudah masuk ke dalam organisasi. Kecewa karena ternyata organisasi yang dimasukinya tidak seperti bayangannya, harapannya. Kecewa karena ternyata organisasi itu tidak sekemilau namanya ketika orang awam mendengarnya untuk pertama kali. Kecewa karena bertemu orang-orang yang tidak sesuai. Kecewa karena kita tidak bisa mengikuti alur kerja atau kegiatan dalam organisasi yang mungkin begitu cepat, keras ataupun malah sebaliknya.

Kecewa itu wajar bukan? Jelas wajar sekali. Namun mengapa seseorang itu kecewa terhadap organisasi. Bila alasan diatas itu memang dapat dibuktikan secara ilmiah, asumsi saya ada dua hal yang mendasar yang memicu kekecewaan itu. Kecewa yang bersumber pada dirinya sendiri yang merasa tidak mampu untuk mengikuti gerak langkah organisasi. Satunya lagi adalah kecewa yang bersumber dari organisasi-nya sendiri.

Lalu apa yang harus dipermasalahkan dengan adanya kekecewaan ini? Ada dua asumsi pula dengan adanya sikap seperti ini. Pertama, tentunya kekecewaan seseorang terhadap organisasi dapat menghambat individu itu sendiri untuk berkembang. Dengan kecewa, lalu ia keluar dan tidak aktif dari organisasi. Tentunya sangat sayang karena potensinya yang dapat berkembang jadi tidak dapat berkembang. Mending apabila individu tersebut mempunyai prinsip ’kutu loncat’ yang ketika ia kecewa dengan organisasi A, ia akan mencari organisasi B, C, hingga Z hingga ia menemukan dunia-nya yang baginya nyaman. Dapat dianalogikan orang ini seperti orang yang suka gonta-ganti pacar, mencari yang benar-benar ’pas’ baginya. Sehingga ia perlu melakukan aksi jajal-menjajal sedikit-sedikit.

Kemudian yang kedua adalah imbas bagi organisasinya sendiri. Dengan adanya kekecewaan anggota organisasi ini akan menimbulkan minimal dua dampak yang besar. Dampak pertama adalah kekecewaan ini ditindak lanjuti dengan menghilangnya anggota organisasi entah kemana, istilah kerennya turn over. Bayangkan bila sebuah perusahaan yang sebagian besar karyawannya pada turn over semua! Apakah mungkin perusahaan itu dapat melesat maju? Apakah mungkin rencana-rencana perkembangan perusahaan menuju perusahaan yang terkemuka di dunia akan terwujud? Dan penyakit SDM yang satu ini memang sangat pelik dan rumit. Tak pilah-pilih korbannya, perusahaan yang masih kecil hingga perusahaan yang sudah berskala internasional.

Menurut pendapat, perusahaan atau oganisasi yang memiliki penyakit turn over itu masih lebih baik dibandingkan yang memiliki penyakit karyawan atau anggota organisasi yang ogah-ogahan. Inilah dampak kekecewaan yang kedua bagi organisasi. Jadi, sebenarnya anggota organisasi atau karyawan sudah kecewa berat tapi ia tidak keluar dari organisasi atau perusahaan. Ia tetap berada di dalamnya. TAPI SEPERTI ORANG YANG SEDANG KOMA!!! Mati tidak, hidup tak mau. Perilaku nyata anggota organisasi yang terkena wabah penyakit ini antara lain:

1. Tidak peduli dengan perkembangan organisasinya.

2. Sekedar datang rapat tapi tak pernah memberikan inisiatif, ide gagasan bahkan bukannya berbicara sesuai dengan inti rapat malah ngobrol yang jaka sembung, gak nyambung!

3. Sekedar melakukan tugas yang diminta oleh atasan atau pemimpinnya tapi hasilnya gak pernah maksimal, boro-boro maksimal, dikerjain aja udah syukur! Karena sebisa mungkin ia menghindari tugas.

Trus kalo udah begini gimana? Kalo hampir semua anggota organisasi atau karyawan udah mengidap virus TP³ (Tidak Peduli Pangkat Tiga) hingga ia koma begitu saja? Ya udah KE LAUT AJA! Kasian banget deh organisasinye!!! Tapi tenang...segala penyakit organisasi pasti ada obat mujarabnya walaupun mungkin belum ketemu ataupun perlu perawatan intensif yang memakan waktu yang panjang.....panjang...dan lama, itulah Co**-**ki! Lho kog malah iklan?!

Akhir kata, inti dari bahasan organisasi kali ini adalah bahwa kita semua adalah petani organisasi (sebisa mungkin...diusahakan ya...). Karena sesungguhnya organisasi itu hanyalah petak sawah—yang akan subur, gembur hingga menghasilkan beraneka macam bahan pokok karena adanya petani. Agar petak sawah itu maksimal, perlulah petani yang maksimal pula. Yang sabar, tekun, dan optimis untuk terus memberikan yang terbaik untuk sebuah hasil yang terbaik. Itulah komitmen organisasi. Sebuah hadiah terhebat dan terbaik yang sebuah organisasi atau perusahaan terima. Dari individu-individu yang ada di dalamnya. Untuk menghidupinya. Saya pun sedang menjalankan sebuah organisasi dibidang kecantikan.
hehe.

Kamis, 05 November 2009

Thank God It's Friday!


Kalau sudah mendengar kalimat sakti ini, pasti langsung terbayang weekend yang sudah ada di depan mata. Efek bayangan indah ini bisa beragam, tergantung masing-masing orang dan juga mood. Ada yang jadi semangat menjalani hari yang berada di ambang weekend ini, karena iming-iming hari esok yang cerah. Ada juga yang malah jadi tambah males, karena bawaannya udah nggak sabaran pengen santai-santai di keesokan hari. haha .


Rabu, 28 Oktober 2009

Dua menit aja..

Ternyata ngejagain biar mood tetep oke tuh susaaaah dan butuh usahaaa. Tapi kalau bad mood, dalam sekejap aja bisa terjadi! Tadi pagi, gw bangun pagi dan udah bilang sama diri sendiri kalo hari ini mesti semangat. Di jalan juga tetep semangat, sampe di kampus langsung minum air mineral (ceileee... ceritanya mo ikut-ikutan bergaya hidup sehat nih, hihihi...) Tapiiii... 5 menit kemudian, mood gw langsung berantakan!!!

penyebabnya? cuma gara-gara obrolan nggak penting selama 2 menit! Gila ya! Dari pagi gw udah usaha bener biar mood tetep oke, eeeeh... ngobrol dua menit aja bisa bikin semuanya jadi berantakan!

Setelah diem beberapa saat, tiba-tiba gw mikir... "Ih emang siapa tuh cewek? Rugi banget kalo dia ngerusak hari gw. Emang dia segitu pentingnya? Emang dia bisa bikin BBF dateng ke sini? Emang dia bisa bikin gw dapet tiket konser artis luar?" Ah... lebay lagi deh gw... hahaha.... Tapi intinya sih, tiba tiba gw jadi mikir aja kalo bad mood cuma bikin gw jadi nggak bisa ngerjain apa-apa. Padahal ada setumpuk tugas numpuk dirumah. Ah.. makanya gw mesti semangat nih! Lagian... kuatir juga sih... kalo bete terus dan akhirnya nimbulin jerawat di jidat gw! Oh NO NO NOOOO!

Selasa, 27 Oktober 2009

Pemalaasssss...

"jadi orang mesti rajin, ga boleh males, ntar jauh dari rejeki," begitu komentar nyokap tiap kali ngeliat aku bangun lebih siang dari biasanya dan cuma duduk di depan tv.

ya ya ya...

eh tapi ternyata, menurut aku, beda lho antara males dan males malesan (hehehe... cari alesan aja nih). Soalnya, kalo males, itu berarti sama sekali ga mau ngerjain apa-apa. tapi kalau males-malesan, beda artinya. kita masih bisa baca buku sambil duduk duduk, bisa santai pakai cutex sambil dengerin ipod, bisa nonton ulang gossip girl sambil ngemil di sofa. btul ga?

menurut temen-temen gimana? Jadiiii... boleh dong kalo males.. eh males malesan sebentar aja ;)

booo --- san...

kalau lagi bosan sampai mentok, mesti ngapain ya? minum teh manis anget, nggak mempan. Ngemil coklat, malah jadi khawatir celana nambah 1 size nih![tapi mau gendut siih]hahaha.. Baca buku, nonton film, duh... ngapain ya???? arrrrghhhh....
alhasil gw ngutak ngatik blog deh. hhe.

Selasa, 20 Oktober 2009

Sedikit Tips Untuk Rambut Kamu.

Cara Menghilangkan Ketombe

Jika kamu bermasalah dengan yang namanya ketombe, jangan khawatir soal itu. Dari satu atau setiap dua orang di seluruh dunia memiliki masalah yang sama seperti kamuu. Ketombe adalah masalah rambut yang sangat umum. Memalukan sii memang, tapi sangat- sangat bermasalah pada umumnya. hha.

Cara terbaik untuk mencegah rambut kamu dari ketombe adalah dengan car keramasan setiap hari agar rambut kamu menjadi sempurna.
Hal terbaik untuk dilakukan adalah dengan mulai menggunakan shampoo anti-ketombe. Cari shampoo anti-ketombe pyrithione dengan seng, selenium sulfida, asam salisilat atau ketoconazole sebagai bahan aktif.

Untuk hasil yang lebih optimal, kamu bisa bilas rambut kamu dengan sampo ketombe kamu dua kali saat mandi. Pencucian pertama akan membersihkan kulit kepala dari serpihan dan penumpukan minyak. Kedua membiarkan bahan kimia yang ada di dalam sampo agar diserap oleh kulit kepala rambut.

Kamu juga dapat mencoba buatan sendiri. Campurkan dua sendok teh cuka dengan enam sendok teh air dan gosok ke kulit kepala kamu sebelum kamu mau tidur, kemudian bungkus kepala kamu dengan handuk. Lakukan sekali lagi di pagi hari ketika kamu bangun tidur, lalu bilas dengan air. Kamu tidak perlu khawatir dengan bau cuka yang telah kamu pakai di rambut kamu, karena bau cuka tidak akan menguap setelah kamu memakainya.
Oya, jangan menggaruk kulit kepala kamu dengan kuku. Ini akan menyebabkan luka-luka di kulit kepala kamu. Oke.

Lebih baik memblow rambut sampai kering atau diangin-anginkan, yaa?

Seharusnya lebih baik memblow rambut kamu sampai kering atau diangin-anginkan?
Ini adalah masalah pilihan, sebenarnya siih. Beberapa orang tidak punya banyak waktu untuk mengeringkan rambut mereka. Di sisi lain, ada beberapa orang yang berpikir bahwa mem blow rambut mereka hanya buang-buang listrik dan merupakan cara tercepat merusak rambut, sehingga mereka memilih untuk memilih mengangin-anginkan.

Mana yang lebih baik, pastii kamu mau tau kan.
Kedua cara pengeringan rambut memiliki kelebihan dan kekurangan, dan ada cara-cara yang tepat dan tidak tepat untuk melakukan keduanya.

Mengangin-anginkan biasanya dilakukan oleh orang-orang yang jarang memelihara gaya rambut, atau oleh orang-orang dengan rambut keriting. Ada juga orang yang memiliki rambut panjang namun memilih di angin-anginkan. Oleh karena itu, rambut tidak begitu rentan terhadap kerusakan karena diangin-anginkan.
Jika kamu memilih dingin-anginkan, sangat penting untuk diingat bahwa rambut berada pada titik terlemah saat basah. Jadi, berhati-hatilah untuk tidak menggosok rambut kering kamu dengan menggunakan handuk. Gesekan yang disebabkan dengan menggosokkan rambut dengan handuk akan membuat rambut kamu rapuh dan akhirnya pecah-pecah atau bercabang.
Blow Pengeringan. Dengan memblow rambut adalah cara yang paling nyaman untuk melakukannya, dan karena kebanyakan orang  yang tergesa-gesa, maka dengan memblow rambut kamu itu adalah cara sebagian besar orang. Selain itu, pengeringan rambut menggunakan blower dapat menambah volume rambut. Tapi berbahaya untuk rambut, terutama jika berlebihan. Dapat membuat rambut kamu menjadi sangat rapuh.

Jika kamu memblow rambut kamu, pastikan bahwa itu tidak akan menjadi bahaya. Keringkan dengan handuk pertama-tama. Jangan pegang dryer terlalu dekat dengan kepala kamu yah, setidaknya enam inci dari rambut dan pengering terus-menerus bergerak di sekeliling kepala kamu. Cobalah untuk tidak benar-benar mengeringkan rambut kamu dengan hair dryer. Hentikan sementara jika rambutnya masih agak basah.
Tapi apa pun yang kamu lakukan, selalu ingat bahwa rambut rapuh.  ;D

Selasa, 06 Oktober 2009

Jakarta Fashion week...







Ini adalah gambar model-model di Indonesia. Aku sengaja carii gambar inii untuk kamu" para perempuan sebagai salah satu ispirasi kamu. Asiik loh bisa merancang trus kita mitch n match sendirii. Kalau kalian ingin mencoba silahkan klik link ini ya.. http://looklet.com/  . Di link itu kalian hanya tinggal mendaftar lalu kalian bisa mencoba sendiri. Aku juga ikutan kok, jika kalian ingin melihat rancangan-rancangan aku klik link ini http://looklet.com/user/149209 nah disitu aku coba mix max baju. Juga buat pembelajaran untuk aku sendiri.








;;